Untirta Berlakukan Remunerasi

Diposting oleh : Administrator

Kategori: Lainnya - Dibaca: 67 kali
Selasa, 01 Mei 2012 - 20:20:20 WIB

Bagian Kepegawaian menyelenggarakan sosialisasikan Remunerasi untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, pada hari Rabu s/d Kamis (10-11/02/16) bertemapat di Auditorium Gedung B Untirta. Sosialsiasi ini dibuka oleh H. Kurnia Nugraha, ST., MT selaku Wakil Rektor Bidang Keuangan sekaligus menjadi Pemateri I. Bertugas sebagai Pemateri II yaitu Dr. Hj. Yeyen Maryani, Dra., M.Si selaku Staf Ahli Rektor Bidang Keuangan dan Drs. E. Berland Suhermawan, M.Soc.Sc selaku Dewan Pengawas PK-BLU Untirta sebagai Pemateri III.

Pada hari pertama, peserta kegiatan adalah Dosen seluruh Jurusan yang ada di Untirta baik yang memiliki tugas tambahan ataupun tidak. Sedangkan untuk hari kedua, peserta berasal dari tenaga kependidikan/struktural baik ASN maupun Pegawai BLU non-ASN.

Disela-sela materi Dr. Hj. Yeyen Maryani, Dra., M.Si menyatakan PTN tidak lagi menerima tenaga kependidikan dibawah D3 dan dibawah S2 untuk Dosen. Selain itu, bagi karyawan yang masih lulusan SD SMP agar segera ikut kejar paket untuk penyesuaian persyaratan minimal pendidikan.

Latar belakang diberlakukannya Remunerasi di Untirta yaitu :

  1. Untirta menerapkan pengelolaan keuangan BLU secara penuh berdasarkan Kemenkeu No: 1/KMK05/2012 tanggal 2 Januari 2012.
  2. Pola pengelolaam keuangan yang digunakan mengutamakan pada produktivitas, efisiensi dan efektivitas.
  3. Sejak tahun 2012 hingga tahun 2014 dilakukan kajian terhadap pengelolaan keuangan di Untirta yang menunjukkan secara umum terdiri atas belanja operasional, dan belanja modal. Belanja operasional sebanyak 68% hingga 72% dihabiskan untuk honor kegiatan.
  4. Sampai tahun anggaran 2014, belanja honor rata-rata mencapai 68% dari total pagu anggaran.
  5. Belanja honor yang diberlakukan belum fokus pada produktivitas kinerja, hal ini terbukti dengan status akreditasi jurusan dan jabatan fungsional dosen yang belum memenuhi harapan.
  6. Kinerja dosen, masih fokus pada kegiatan pembelajaran dan kurang berimbas pada produktivitas penelitian maupun pengabdian.
  7. Untuk itu, dalam pengelolaan keuangan perlu dilakukan kajian, agar belanja honor tersebut berkorelasi positif pada perbaikan kinerja.

Adapun komponen pada Remunerasi yaitu :

  1. Remunerasi terdiri atas gaji, honorarium, insentif kinerja, dan bonus atas prestasi kerja.
  2. Gaji yang bersumber dari RM merupakan gaji dan tunjangan sebagai PNS sesuai Perpu.
  3. Gaji yang bersumber dari PNBP, merupakan tunjangan PNS dan Non PNS yang diberikan setiap bulan sebesar 30% dari jumlah remunerasi sesuai kelas jabatannya.
  4. Honorarium diberikan kepada Dewan Pengawas dan Sekretaris Dewan Pengawas yang bersumber dari PNBP setiap bulan.
  5. Insentif Kinerja, merupakan tunjangan kinerja setiap bulannya kepada Pejabat Pengelola/Pegawai yang bersumber dari dana PNBP, sebesar 70% dari jumlah remunerasi sesuai kelas jabatannya, yang dibayarkan setiap 6 (enam) bulan.
  6. Bonus atas prestasi adalah merupakan suatu penghargaan finansial yang diberikan kepada pejabat dan pegawai BLU atas dasar capaian prestasi individu baik dibidang akademik ataupun non akademik.

Ruang lingkup Remunerasi yaitu :

  1. Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas, dan Pegawai berhak mendapatkan pembayaran Remunerasi.
  2. Remunerasi dibayarkan kepada Pejabat Pengelola dan Pegawai sesuai kelas jabatannya.

Ketentuan besaran insentif kinerja yaitu :

  1. Pemberian Insentif Kinerja kepada para Pejabat Pengelola/Pegawai sesuai dengan capaian Key Performance Indicator (KPI) yang telah ditetapkan dalam kontrak kinerja.
  2. Pengukuran Key Performance Indicator(KPI) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut:
    1. Bagi Tenaga Kependidikan berdasarkan capaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
    2. Bagi Tenaga Pendidik berdasarkan capaian Satuan Kredit Semester (SKS).
    3. Bagi Tenaga Pendidik dengan Tugas Tambahan berdasarkan SKP dan SKS.
  3. Insentif Kinerja kepada Pejabat Pengelola/Pegawai, yang diangkat dalam jabatan tenaga pendidik tidak diberikan atas capaian kinerja yang telah dihargai dari tunjangan profesi yang bersumber dari RM sesuai Perpu.
  4. Dalam hal capaian KPI Pejabat Pengelola/Pegawai melebihi target yang ditetapkan dalam kontrak kinerja sebagaimana dimaksud di atas, dapat diberikan Insentif Kinerja atas kelebihan capaian KPI.
  5. Besaran Insentif Kinerja bagi CPNS dibayarkan sebesar 80% dari jumlah Insentif Kinerja pada jabatan yang akan didudukinya.

Indikator penilaian kinerja yaitu :

  1. Penilaian atas capaian kinerja dilakukan oleh Tim Monitoring dan Evaluasi Implementasi Remunerasi yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor.
  2. Tim Monitoring dan Evaluasi Implementasi Remunerasi bekerja secara jujur, objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
  3. Hasil penilaian atas capaian kinerja merupakan penjumlahan (Total Skorl/TS) dari capaian kinerja, digolongkan dalam predikat: (Sangat Memuaskan, Memuaskan, Baik Sekali, Baik, Cukup dan Sesuai Kewajiban).
  4. Hasil penilaian atas capaian kinerja bagi Tenaga Kependidikan digolongkan dalam predikat:.
    1. MEMUASKAN apabila nilai P2K (Penilaian Prestasi Kerja) dengan sebutan SANGAT BAIK, maka diberikan P2 sebesar 110%;
    2. BAIK SEKALI apabila nilai P2K dengan sebutan BAIK, maka diberikan P2 sebesar 100%;
    3. BAIK apabila nilai P2K dengan sebutan CUKUP, maka diberikan P2 sebesar 75%;
    4. CUKUP apabila nilai P2K dengan sebutan KURANG, maka diberikan P2 sebesar 50%;
  5. Hasil penilaian atas capaian kinerja bagi Tenaga Pendidik digolongkan dalam predikat:.
    1. SANGAT MEMUASKAN apabila nilah SKS mencapai 12 SKS lebih di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 110%;
    2. MEMUASKAN apabila nilah SKS mencapai 12 SKS di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 100%;
    3. BAIK SEKALI apabila nilah SKS mencapai 9 SKS di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 75%;
    4. BAIK apabila nilah SKS mencapai 6 SKS di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 50%;
    5. CUKUP apabila nilah SKS mencapai 3 SKS di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 25%;
    6. SESUAI KEWAJUBAN apabila nilah SKS di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 0%.
  6. Hasil penilaian atas capaian kinerja bagi Tenaga Pendidik dengan Tugas Tambahan digolongkan dalam predikat:
    1. SANGAT MEMUASKAN apabila nilai P2K dengan sebutan SANGAT BAIK, dan nilai SKS mencapai 12 SKS lebih di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 110%;
    2. MEMUASKAN apabila nilai P2K dengan sebutan SANGAT BAIK, dan nilai SKS mencapai 12 SKS di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 100%;
    3. BAIK SEKALI apabila nilai P2K dengan sebutan BAIK, dan nilai SKS mencapai 9 SKS di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 75%;
    4. BAIK apabila nilai P2K dengan sebutan CUKUP, dan nilai SKS mencapai 6 SKS di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 50%;
    5. CUKUP apabila nilai P2K dengan sebutan KURANG, dan nilai SKS mencapai 3 SKS di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 25%;
    6. SESUAI KEWAJIBAN apabila nilai SKS mencapai 0 di atas SKS Serdos, maka diberikan P2 sebesar 0%.
  7. Khusus untuk Rektor, dalam hal capaian KPI Rektor melebihi target yang ditetapkan dalam kontrak kinerja antara Rektor dengan Menteri Keuangan, Rektor dapat mengusulkan kepada Menteri Keuangan cq.Direktur Jenderal Perbendaharaan untuk mendapatkan persetujuan pemberian insentif kinerja atas kelebihan capaian KPI.

Untuk ketentuan hari kerja yaitu :

  1. Hari kerja di lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yaitu 5 (lima) hari kerja mulai hari Senin sampai dengan hari Jumat dengan jumlah jam kerja sebanyak 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam.
  2. Untuk Tenaga Pendidik (Dosen) di sesuaikan dengan kinerjanya.
  3. Hari dan jam Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
    1. Senin sampai dengan Kamis Pukul 07.30 - 16.00

waktu istirahat Pukul 12.00 - 13.00

  1. Jumat Pukul 07.30 - 16.30

waktu istirahat Pukul 11.30 - 13.00

  1. Pegawai diberikan toleransi waktu kedatangan dengan penggantian jam kerja pada hari yang sama.
  2. Pegawai Untirta yang tidak masuk dan pulang kerja sesuai dengan ketentuan jam kerja sebagaimana tersebut di atas, diberi sanksi pengurangan tunjangan kinerja.

Ketentuan tambahan sebagai berikut :

  1. Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas, dan Pegawai dapat diberikan remunerasi bulan ketigabelas, dibayarkan paling tinggi sebesar 1 (satu) kali remunerasi yang telah dibayarkan pada bulan sebelum pembayaran remunerasi ketigabelas dengan memperhatikan kemampuan keuangan BLU UNTIRTA.
  2. Pejabat Pengelola dan Pegawai dapat diberikan tunjangan uang makan dengan ketentuan : Bagi PNS diberikan tunjangan uang makan yang bersumber dari RM sesuai dengan ketentuan Perpu, dan bagi Non PNS diberikan tunjangan uang makan yang bersumber dari PNBP yang besarannya setara dengan pegawai yang berstatus PNS yang setingkat.
  3. Bagi Tenaga Pendidik dengan Tugas Tambahan yang setingkat tidak mendapat tunjangan dari RM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibayarkan dari PNBP sebesar jumlah yang sama dengan RM.
  4. Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas, dan Pegawai diikutsertakan sebagai peserta pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Untuk terakhir yaitu ketentuan lain-lain sebagai berikut :

  1. Remunerasi sebagaimana dimaksud pada pasal 2, tidak diberikan kepada:
    1. Pegawai yang tidak mempunyai tugas/jabatan/pekerjaan tertentu;
    2. Pegawai yang diberhentikan sementaraatau dinonaktifkan berdasarkan peraturan perundang-undangan;
    3. Pegawai yang diberhentikan dengan hormat dari jabatan negeri;
    4. Pegawai yang dipekerjakan atau diperbantukan pada instansi lain atau lembaga lain di luar lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa;
    5. Pegawai yang menjalani cuti di luar tanggungan Negara;
    6. Pegawai yang dikenakan hukuman disiplin Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri (PDHTAPS), Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau dalam proses keberatan atas kedua hukuman disiplin tersebut ke Badan Pertimbangan Kepegawaian;
    7. Remunerasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Rektor ini, tidak berlaku bagi pekerja pada unit kerja lingkup UNTIRTA yang dilaksanakan berdasarkan kontrak kerja perorangan atau dengan pihak ketiga (outsourcing).
  2. Dalam hal ketentuan mengenai pelaksanaan remunerasi yang belum diatur dalam Peraturan Rektor ini, disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Peraturan Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut terhitung sejak tanggal 1 Januari 2016

Agenda Kegiatan

(c) 2016. Program Studi Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa