Pengukuhan Mahasiswa/i Untirta Sebagai Satgas Anti Narkoba

Diposting oleh :

Kategori: Kemahasiswaan - Dibaca: 112 kali
Sabtu, 11 Februari 2012 - 01:14:45 WIB

(Rabu, 10/02/16) Bertempat di Ruang Rapat Gedung Rektorat, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd mengukuhkan Satuan Petugas (Satgas) Anti Narkoba dan menandatangani Memoirs of Understanding (MOU) mengenai pembentukan Satgas Anti Narkoba dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).MOU dari pihak BNN ditandatangani oleh AKBP Agus Mulyana selaku Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Banten dan dari pihak Untirta ditandatangani oleh Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd selaku Rektor Untirta. Acara tersebut dihadiri para Dekan, Kabag Akademik Kemahasiswaan dan Kasubbag Kerjasama.

Dalam sambutannya Rektor Untirta menyampaikan : Perang terhadap Narkoba harus dilakukan karena Indonesia sudah berstatus darurat Narkoba, bahkan bahaya Narkoba sangatlah banyak, dari Pengguna kemudian bisa menjadi Pecandu selanjutnya jadi sampah masyarakat. Bahaya Narkoba juga dapat menyebabkan Indonesia akan kehilangan satu Generasi. Maka dari itu sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyelamatkan Indonesia dari Narkoba.Untirta mendukung program kerja BNN untuk memerangi Narkoba, salah satu diantaranya dengan melakukan tes Narkoba di awal proses penerimaan mahasiswa/i barunya, sehingga para calon mahasiswa/i Untirtayang terdeteksi menggunakan Narkoba tidak akan diterima. Untirta harus bersih dari Narkoba.Saya membentuk Satgas Anti Narkoba ini secara resmi sehingga ditetapkan dalam Surat Keputusan Rektor. Satgas terdiri dari beberapa perwakilan mahasiswa/i Untirta dari berbagai Fakultas dan Program Studi yang berjumlah 30 orang. Satgas tersebut berfungsi untuk bekerjasama dengan BNN untuk mencegah dan memerangi Narkoba. Diharapkan mahasiswa/i Untirta tidak ada yang menggunakan Narkoba dan menjadi pecandu Narkoba. .

Kepala Bidang Rehabilitasi BNN dalam kesempatan sambutannya menyampaikan : BNN mempunyai tugas yang berbeda dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), perbedaannya jika POLRI konsen terhadap penegakan hukum sedangkan BNN menitik beratkan kepada pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan melakukan Rehabilitasi bagi para pengguna / pecandu Narkoba. Bagi pengguna /pecandu Narkoba direhabilitasi karena menurut ahli medis mereka adalah orang yang sedang sakit dan harus diobati. Sambutan diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada Rektor Untirta atas kerjasamanya dalam pencegahan dan perang terhadap Narkoba dengan membentuk Satgas Anti Narkoba. Satgas tersebut nantinya akan diberikan pelatihan dan pengarahan dari BNN.

Acara diakhiri dengan mengukuhkan Satgas Anti Narkoba Untirta. Sebanyak 30 orang mahasiswa/i Untirta dari perwakilan Fakultas dan Program Studi dilantik oleh Rektor dengan disaksikan oleh BNN.

Agenda Kegiatan

(c) 2016. Program Studi Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa